Inovasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Lingkungan Berkelanjutan: Studi Kasus di Kampung Pelangi, Kelurahan Randusari, Kota Semarang
Keywords:
pengelolaan sampah partisipatif, bank sampah, komposting, lingkungan berkelanjutan, Kota SemarangAbstract
Persoalan sampah rumah tangga di kawasan padat perkotaan menjadi salah satu tantangan lingkungan paling mendesak yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Semarang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong inovasi pengelolaan sampah rumah tangga berbasis partisipasi aktif warga di Kampung Pelangi, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan. Program dirancang menggunakan pendekatan community-based solid waste management (CBSWM) yang memadukan edukasi lingkungan, pelatihan teknis komposting dan daur ulang, aktivasi bank sampah, serta pendampingan pembentukan kelompok pengelola sampah mandiri. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan, melibatkan 120 kepala keluarga sebagai peserta aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dan perilaku pengelolaan sampah sebesar 44,3% pada delapan indikator terukur, dengan capaian tertinggi pada indikator teknik komposting rumah tangga (+50,8%). Secara fisik, volume sampah yang diangkut ke TPS berkurang 34,2% dan terbentuk satu unit bank sampah aktif yang dalam dua bulan pertama operasionalnya berhasil mengumpulkan dan menjual 1.280 kg sampah terpilah senilai Rp 2.840.000. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif yang kontekstual dan berbasis kearifan komunitas mampu mengubah perilaku pengelolaan sampah secara signifikan dan menciptakan dampak lingkungan serta ekonomi yang terukur.










