Dari Tepi Pantai ke Pasar: Penguatan Kewirausahaan Sosial Berbasis Kearifan Lokal pada Kelompok Perempuan Pesisir di Kawasan Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
Keywords:
kewirausahaan sosial, perempuan pesisir, kearifan lokal, POKLAHSAR, Pantai SineAbstract
Kelompok perempuan pesisir di kawasan Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menghadapi ketimpangan struktural yang kompleks: posisi tawar lemah dalam rantai nilai perikanan, keterbatasan literasi keuangan, dan belum termanfaatkannya kekayaan kearifan lokal pengolahan hasil laut sebagai basis kewirausahaan sosial yang mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui program penguatan kewirausahaan sosial yang mengintegrasikan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan model Social Enterprise Development berbasis kearifan lokal. Program melibatkan 60 perempuan anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKLAHSAR) Srikandi Bahari dalam serangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan diversifikasi produk, strategi penetapan harga berbasis nilai, pengemasan ramah lingkungan, literasi keuangan usaha, pemasaran digital, serta fasilitasi pendirian koperasi usaha bersama. Pelaksanaan berlangsung selama enam bulan dari Maret hingga Agustus 2024 menggunakan metode lokakarya partisipatif, klinik usaha, dan mentoring kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, catatan observasi terstruktur, serta wawancara kualitatif mendalam. Hasil menunjukkan peningkatan rerata kompetensi kewirausahaan sosial sebesar 50,9% pada delapan indikator yang diukur, dengan capaian paling signifikan pada indikator pengemasan ramah lingkungan (+56,5%) dan pemanfaatan platform e-commerce lokal (+56,3%). Sebanyak 31 produk inovatif berbasis hasil laut berhasil diluncurkan dan dipasarkan, sementara Koperasi Srikandi Bahari berhasil membukukan aset awal senilai Rp 24.600.000 dalam empat bulan pertama operasionalnya.










